Tampilkan postingan dengan label KI Al Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KI Al Quran. Tampilkan semua postingan
SUDAHKAH KITA MENELADANI RASUL?
Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
[al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21]
Kita telah memahami
bahwa Nabi Muhammad shalullah alayh
wasalam adalah idola dan teladan bagi umat manusia, khususnya umat Islam.
Tapi, sudahkah kita benar-benar meneladani Rasulullah?
Sungguh dari
lahir hingga Nabi Muhammad shalullah
alayh wasalam wafat, semua tingkah laku Rasulullah sangat patut kita
teladani. Bahkan ketika Rasulullah masih anak-anak, Beliau telah mendapatkan
julukan “al-amin” yang artinya jujur dan dapat dipercaya. Inilah yang paling
pertama kita teladani pada diri Rasulullah, yakni jujur. Tapi, sudahkah kita meneladani
sikap Rasulullah? Sudahkah kita berlaku jujur dalam kehidupan sehari-hari?
Pererat Ikatan, Pererat Ukhuwah
Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) bukanlah teori. Ini adalah
ajaran praktis yang bisa kita lakukan dalam keseharian. Karena itu,
nikmatnya ukhuwah tidak akan bisa kita kecap, kecuali dengan
mempraktikannya.
Jika delapan cara di bawah ini dilakukan, Anda
akan merasakan ikatan ukhuwah Anda dengan saudara-saudara seiman Anda
semakin kokoh.
1. Katakan bahwa Anda mencintai saudara Anda
عَنِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ: إِِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أََنَّهُ يُحِبُّهُ
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits shahih)
عَنْ
اَنَسٍ: اَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَمَ فَمَرَّ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلُ اللهِ اِنّي لأحِبُّ هَذَا
فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ أَعْلَمْتَهُ؟
قَالَ: لا، قَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: أعْلِمْهُ فَلَحِقَهُ
فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّكَ فِى اللهِ فَقَالَ: أَحَبَّكَ الَّذِي
أَحْبَبْتَنِى لَهُ
Anas r.a. mengatakan bahwa seseorang berada di
sisi Rasulullah saw., lalu salah seorang sahabat melewatinya. Orang yang
berada di sisi Rasulullah tersebut mengatakan, “Aku mencintai dia, ya
Rasulullah.” Lalu Nabi bersabda, “Apakah kamu sudah memberitahukan dia?”
Orang itu menjawab, “Belum.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda,
“Beritahukan kepadanya.” Lalu orang tersebut memberitahukannya dan
berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Kemudian orang
yang dicintai itu menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau
mencintaiku karena-Nya.” (Abu Dawud, dengan sanad shahih)
Jadi, jangan tunda lagi. Katakan cinta kepada orang yang Anda cintai.
2. Minta didoakan dari jauh saat berpisah
عَنْ
عُمَرَبْنِ الْخَطَابِ قَالَ: اِسْتَأْذِنْتُ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَمَ فِى الْعُمْرَةِ فَأَذِنَ لِي فَقَالَ: لاَ تَنْسَنَا
يَا اُخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ فَقَالَ: كَلِمَةً مَا يَسُرُّنِى أَنَّ لِى
بِِهَا الدُّنْيَا، وَفِى رِوَايَةٍ قَالَ: أَشْرِكْنَا يَا أُجَيَّ فِى
دُعَائِكَ
Umaق bin Khaththab berkata, “Aku minta izin kepada Nabi Muhammad saw.
untuk melaksanakan umrah, lalu Rasulullah saw. mengizinkanku.” Beliau
bersabda, “Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu.” Kemudian
ia mengatakan satu kalimat yang menggembirakanku bahwa aku mempunyai
keberuntungan dengan kalimat itu di dunia. Dalam satu riwayat, beliau
bersabda, “Sertakan kami dalam diamu, wahai saudaraku.” (Abu Dawud dan
Tirmidzi, hadits hasan shahih)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ
صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ لِأَخِيْهِ
بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ : وَلَكَ بِمِثْلٍ
Rasulullah
saw. bersabda, “Tidak seorang hamba mukmin yang berdoa untuk saudaranya
dari kejauhan malainkan malaikat berkata, ‘Dan bagimu seperti itu’.”
(Muslim)
3. Bila berjumpa, tunjukkan wajah gembira dan senyuman
قَالَ
رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ
الْمَعْرُفِ شَيْئاً وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ
Rasulullah
saw. bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun
sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (Muslim)
4. Berjabat tangan dengan erat dan hangat
Berjabat
tanganlah acapkali bertemu. Sebab, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada
dua orang muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya
diampuni dosanya sebelum berpisah.” (Abu Dawud)
قَالَ
رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَا مِنْ مُسْلِمِيْنَ
يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ
يَتَفَرَّقَا
5. Sering-seringlah berkunjung
Nabi Muhammad saw. bersabda, “Allah swt. berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku
orang-orang yang mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung
karena Aku, dan saling memberli karena Aku’.” (Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)
6. Ucapkan selamat saat saudara Anda mendapat kesuksesan
عَنْ
اَنَسٍ بن مالك قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ
لَقِيَ أَجَاهُ بِمَا يُحِبُّ لِيَسُرَّهُ ذَالِكَ سَرَّةُ اللهُ عَزَّ
وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Anas bin Malik berkata, Rasulullah
saw. bersabda, “Barangsiapa bertemu saudaranya dengan membawa sesuatu
yang dapat menggembirakannya, pasti Allah akan menggembirakannya pada
hari kiamat.” (Thabrani dalam Mu’jam Shagir)
Jadilah
Anda orang yang paling pertama mengucapkan selamat kala saudara Anda
menikah, mendapat anak, menempati rumah baru, pergi haji, naik jabatan,
dan lain-lain.
7. Berilah hadiah terutama di waktu-waktu istimewa
عَلَيْكُمْ بِالْهَدَايَا فَإِنَّهَا تُوْرِثُ الْمَوَدَّةَ وَتُذْهِبُ الضَّغَائِنَ
Hadits
marfu’ dari Anas bahwa, “Hendaklah kamu saling memberi hadiah, karena
hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran
hati.” (Thabrani)
عَنْ عَائِشَةَ: تَهَادَوْا تَحَابُّوْا
Thabrani
juga meriwayatkan hadits marfu’ dari Aisyah r.a. bahwa, “Biasakanlah
kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.”
8. Berilah perhatian dan bantu keperluan Saudara Anda
قَالَ
رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ
مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً
مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ
اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا
سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ
مَادَامَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيْهِ.
Rasulullah saw. bersabda,
“Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah
akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang
yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan
di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan
menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong
hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (Muslim)
Karena itu, jadikan diri Anda orang yang paling dahulu membantu kala saudara Anda membutuhkan.
Sumber: dakwatuna
Kartun Dakwah 5 jilid 5
1. Satu Tubuh
“Perumpamaan
kaum Mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka seperti satu tubuh.
apabila salah satu anggota tubuh merasakan sakit maka seluruh tubuh akan ikut
terjaga dan demam.” (hadits riwayat
Muslim)
2. Siang Malam
Dia
menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam
atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan,
masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha
Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS Az-Zumar ayat 5)
3. Sidik Jari
Apakah
manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang
belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari
jemarinya dengan sempurna.[QS. al-Qiyamah ayat 3-4]
Kartun Dakwah 5 jilid 4
1. Mulut dan Kemaluan
Barangsiapa
menjamin kepadaku apa yang berada di antara kumis dan janggutnya, serta apa
yang berada di antara kedua pahanya, maka aku akan menjamin kepadanya surga. [HR. Bukhari]
2. Niat
Nilai
amalan itu tergantung niat pelakunya, dan setiap manusia memperoleh balasan
sesuai yang diniatkannya. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka
hijrahnya dicatat karena Allah dan Rasul-Nya. sebaliknya siapa yang hijrahnya
karena ingin memperoleh dunia atau wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya
sebatas yang diperoleh. (HR. Bukhari dan
Muslim)
3. Orang Beriman itu
Bersaudara
Orang-orang
beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah
hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu
mendapat rahmat. (al-Qur’an surat
al-Hujurat ayat 10)
4. Patuh Kepada
Pemimpin
Seorang
Muslim wajib taat dan patuh kepada Pemimpinnya dalam persoalan yang disukai
atau yang tidak disukainya, kecuali ia memerintahkan kemaksiatan, maka tidak
ada kewajiban patuh dan taat. (HR.
Khamsah)
5. Puasa Ali
Sesungguhnya
PUASA bukan hanya menahan diri daripada Makanan dan Minuman tetapi juga
Penipuan, Kebathilan, dan Perkataan yang sia-sia.
~Ali
bin Abi Thalib~
6. Puasa hanya Lapar
Banyak
orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan puasanya itu, kecuali lapar dan
dahaga. dan banyak orang yang bangun malam tetapi tidak mendapatkan dari
tahajjudnya itu, kecuali tidak tidur. (HR.
Ibnu Majah)
7. Puasa itu Perisai
Rasulullah
shallullah alayhi wasallam bersabda; “Puasa berfungsi sebagai Perisai dalam
kancah peperangan, selama tidak dinodai kedustaan dan pergunjingan.
(HR.
Ahmad)
8. Rezeki yang Baik
Hai
orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami
berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah
kepada-Nya. (QS.
al-Baqarah: 172)
9. Ridho Orangtua
Ridho
Rabb ada dalam ridho kedua Orangtua dan kemarahan Rabb ada dalam kemarahan
kedua Orangtua. (HR. Tirmidzi)
10. Satu Bangunan
Rasulullah
bersabda; “Seorang Mukmin dan Mukmin lainnya laksana satu bangunan yang saling
memperkuat satu sama lainnya.”
Kemudian
Rasulullah memperatkan jari-jarinya.
(hadits
riwayat Bukhari)
Kartun Dakwah 5 jilid 3
1. Hak Muslim
Hak
Muslim terhadap Muslim ada lima; Menjawab
salam, Menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, mendatangi undangan, dan
mendoakan orang yang bersin.
[Hadits
Riwayat. Khamsah]
2. Hari Kiamat
Hari
Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari
itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah
seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (QS. 101: 1-5)
Kartun Dakwah 5 jilid 2
1. Berbuka
Puasa
Bila malam telah tiba dan siang pun telah
menghilang serta matahari telah terbenam maka berbukalah orang yang puasa.[HR.
Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi]
Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama
mereka menyegerakan berbuka.[HR. Bukhari, Muslim, Malik, dan Tirmidzi]
2. Berpegang
kepada Agama Allah
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat
Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang
yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali Imran: 103)
3. Bumi
Hijau
Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah
menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah
Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit
dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi
Maha Terpuji.
(QS. Al-Hajj : 63-64)
Keutamaan Ilmu Dari al Qur’an
Diantara perkara mulia yang hendaknya menjadi kesibukan kita adalah
menuntut ilmu syar’i yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena ilmu yang
bersumber dari keduanya adalah cahaya dan pelita bagi pemiliknya,
sehingga nampak jelas baginya kegelapan kebatilan dan kesesatan. Orang
yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan,
kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. Maka ilmu adalah perkara
mulia yang hendaknya menjadi perhatian setiap muslim, perkara yang harus
diutamakan. Karena ilmu itu lebih didahulukan daripada perkataan dan
perbuatan. Sebagaimana firman Allahta’ala :
“Ketauhilah, sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan mintalah ampun atas dosa-dosamu.” [Muhammad : 16]
Didalam ayat diatas Allah lebih mendahulukan ilmu daripada perkataan dan perbuatan.
Dalil-Dalil Keutamaan Ilmu Dari al Qur’an
Terdapat banyak dalil, baik dari Kitabullah maupun Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamyang menjelasakan tentang keutamaan, keagungan serta ketinggian ilmu. Diantaranya adalah :
Pertama : Firman Allah ta’ala :
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan.
Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang
demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Ali Imraan : 18]
Ayat ini menunjukkan akan keutamaan ilmu, karena Allah ta’ala telah
menggandengan persaksian para ulama’ dengan persaksian-Nya dan
persaksian para malaikat, bahwa Dia adalah sesembahan yang benar, yang
berhak diibadahi, tidak ada Ilah yang benar melainkan Dia.
Kedua : Firman Allah ta’ala :
“Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad) tambahkanlah ilmu kepadaku.” [Thaaha : 114]
Allah ta’ala memerintahkan NabiNya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk
meminta kepadaNya tambahan ilmu. Ini adalah dalil yang sangat jelas
akan keutamaan menuntut ilmu, karena tidaklah Allah perintahkan kepada
beliau untuk meminta tambahan sesuatu kecuali hanya tambahan ilmu.
Ketiga : Allah ta’ala ketika menjelaskan keutamaan ilmu serta keagungan kemuliaannya berfirman :
“Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu.” [Az Zumar : 9]
Dalam ayat ini Allah ta’ala membedakan antara ahlul ilmi
dengan selainnya. Dia menjelasakan bahwa tidaklah sama antara orang yang
tahu kebenaran dengan orang yang jahil akan kebenaran.
Keempat : Allah ta’ala menjelaskan tentang kemuliaan ahlul ilmi serta keutamaan mereka dalam firman-Nya :
“Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah diantara para hamba-Nya adalah para ulama’.” [Faathir : 28]
Didalam ayat ini Allah ta’ala menerangkan bahwa ulama’ yang haqiqi adalah orang yang takut kepada Allah (ahlul khosyah).
Demikialah keutamaan menuntut ilmu mempunyai
peranan penting dalam kehidupan. Dengan menuntut ilmu orang menjadi
pandai, ia akan mengetahui terhadap segala sesuatu yang dipelajarinya.
Tanpa menuntut ilmu orang tidak akan mengetahui sesuatu apapun.
Di samping belajar dapat untuk menambah ilmu pengetahuan baik teori maupun praktik, belajar juga dinilai sebagai ibadah kepada Allah. Orang yang belajar sungguh-sungguh disertai niat ikhlas ia akan memperoleh pahala yang banyak. Belajar juga dinilai sebagai perbuatan yang dapat mendatangkan ampunan dari Allah SWT. Orang yang belajar dengan niat ikhlas kepada Allah diampuni dosanya.
Demikian pentingnya belajar–menuntut
ilmu ini sehingga dihargai sebagai jihad fisabililah yaitu pahalanya
sama dengan orang yang pergi berperang dijalan Allah untuk membela
kebenaran agama.
Nasehat Luqman
Luqman merupakan seorang yang
beriman kepada Allah. Bahkan namanya diabadikan dalam al-Qur’an surat ke-31. Dalam
al-Qur’an menjelaskan bahwa Luqman mempunyai seorang anak, dan ia menasehati
anaknya. Apa sajakah nasihat Luqman untuk anaknya. Berikut empat nasehat Luqman
kepada anaknya, yakni;
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah
(manusia) mengerjakan yang makruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang
mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang
demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman:
17)
1. Dirikanlah shalat
Sesungguhnya shalat
merupakan tiang agama. Dan wajib bagi setiap orang yang mengaku beragama Islam.
“…sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban
yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (TQS. An-Nisa: 103)
Siapa yang mendirikan
shalat berarti ia menegakan agama Islam. Shalat merupakan tanda/ bukti bahwa
kita tidak mempersekutukan Allah Ta’ala.
“batas
antara seseorang dan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)
Sungguh ibadah shalat
sangat besar keutamaannya dari ibadah-ibadah lainnya, semakin besarnya, shalat
wajib tidak bisa diwakilkan dan tidak bisa pula digantikan.
2. Menyuruh kepada yang makruf
Orang yang menyuruh kepada yang makruf maka pahalanya
sama seperti orang yang melakukannya. (HR. Bukhari)
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya
(pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (TQS. Al-An’am: 160)
Maka dari itu,
bersemangatlah untuk ber-amar makruf dalam menaati aturan Allah (syariat Islam).
Pahala berlimpah, dijamin Jannah, dan Ridho Allah pun didapat.
3. Mencegah dari yang munkar
Dari Abu Said
Al-Khudzri, Rasulullah bersabda, “Siapa
di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia ubah dengan tangannya,
dan jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya, dan jika tidak mampu, dengan
hatinya, maka itulah iman yang paling lemah.” (HR. Muslim)
Sungguh apabila aturan
Allah dilanggar dan kita tidak berusaha mencegahnya, maka Allah menimpakan
kemurkaan kepada negeri tersebut.
Maka dari itu,
janganlah takut kepada orang-orang yang berbuat zhalim. Sepatutnya kita hanya
takut kepada murka Allah saja.
4. Bersabar atas setiap musibah
Allah berfirman
pada al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 153;
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan
shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Hadits qudsi; “jika Aku menguji hamba-Ku dengan dua hal
yang ia sukai, kemudian ia bersabar. Maka baginya surga” (HR Bukhari)
RAHASIA SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT "Diawali Dengan Membaca dan Menulis"
[1] Bacalah! Dengan nama Tuhanmu yang telah mencipta. [2] Yaitu Menciptakan manusia dari segumpal darah. [3] Bacalah! Dan Tuhan engkau itu adalah Maha Mulia. [4] Dia yang mengajarkan dengan qalam. [5] Mengajari manusia apa-apa yang dia tidak tahu.
Langganan:
Postingan (Atom)





























